RSS

Arsip Kategori: Puisi Kehidupan

Tak Ada yang Cocok, Ada Saling Mencocokan

Bagaimana perasaanmu jika seseorang yang direncanakan akan menjadi pendamping hidupmu ternyata menikah dengan sahabatmu sendiri? Mungkin hatimu nelangsa.. Ada sejumput kecewa berkecambah. Andai dulu aku menerima dia apa adanya, pasti aku yang bersanding dengannya,begitu bisik hatimu.

Kini, kau melihat dia bersanding dengan teman baikmu. Kau harus rela dan ikhlas. Mungkin dia memang lebih baik bersanding dengan sahabatmu. Karena kecewa telah berbunga, kau
tak datang ke pesta pernikahannya. Padahal, hukum datang ke undangan pernikahan itu
wajib. Di sana ada berkah dan doa, meskipun yang sering kita lihat hanya pamer
kemewahan dan kemeriahan.

Coba kita renungkan. Mungkin kau pernah berkunjung ke toko pakaian. Kau memilih
pakaian yg pas untukmu. Mungkin pramuniaga menyarankan, “ini pakaian yg cocok untuk
Anda.” Kau membawa pakaian itu ke fiiting room, mencobanya. Betulkah pakaian itu
cocok untukmu? Kau teliti bahannya, jahitannya, ukurannya. Setelah memeriksa dgn
seksama, kau merasa kurang cocok dgn pakaian itu. Dengan kata maaf pada parmuniaga,
kau kembalikan pakaian itu ke tempatnya. Kau beralih ke gerai pakaian lain. Hal yg
sama mungkin terulang, pakaian yg menurut orang lain pas untukmu, atau pakaian yg
sepintas cocok menurutmu, ternyata tidak tepat setelah diteliti.

Sebuah pakaian, mungkin cocok untuk orang lain, tapi tak cocok untukmu. Kau tak bisa
membeli pakaian warna gelap krn kulitmu sawo matang. Kau tak cocok mengenakan kemeja
dgn motif vertikal berdempet, krn posturmu kurus tinggi; motif itu akan membuatmu
terlihat semakin kurus. Kau harus berdamai dgn situasi dan kondisi.

Tetapi yakinlah ada pakaian yg tepat disebuah gerai tertentu yg cocok untuk setiap
orang. Memang ada seseorang yg begitu masuk ke satu gerai langsung menemukan
pakaian yg tepat untuknya. Ada juga yg harus berputar-putar, keluar-masuk dr satu
gerai ke gerai lainnya untuk menemukan pakaian yg tepat, sampai kaki pegal dan peluh
menganak sungai. Banyak hal yg membuat pakaian itu tak tepat untukmu, bisa bahan,
motif, warna, model bahkan harga. Selera orang berbeda.

Ada juga seseorang yg tak yakin dgn sebuah pakaian, tapi ia tetap mencobanya. Ia
bertanya-tanya, cocokkah pakaian ini untukku? Ia meneliti dgn seksama. Ia menemukan
fakta bahwa tak ada hal yg membuat ia harus menolak pakaian itu. Apalagi pakaian itu
hadiah seorang yg dihormatinya, orang yg dikasihinya atau mumpung sedang ada great
sale! Beli sekarang atau menyesal kemudian. Bertahun-tahun setelah mengenakan
pakaian itu, baru terasa, pakaian itu memang cocok untuknya.

Pakaianmu, pasangan untukmu. Bisa cocok untuk orang lain, tapi tidak dgnmu. Maka,
tak perlu bersedih jika seseorang yg kau kira tepat untukmu bersanding dgn orang
lain; orang yg dekat denganmu. Yakinlah pasangan yg tepat ada di suatu tempat dan
kau akan berjumpa dgnnya disuatu masa tertentu. Mungkin Yang Kuasa sengaja
menyimpannya, agar saat bertemu kau benar-benar siap berdampingan dgnnya. Sesuatu yg
baik menurutmu, belum tentu baik menurut-Nya. Terus berusaha dan berdoa. Perbaiki
diri sampai akhirnya kau temukan pakaian yang cocok untukmu.

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan wanita yang baik dan cocok bagiku, “Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya”, Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan,seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni,
hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian,
pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut
secara fisik yang selama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu,saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan
dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya,
“HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan.”

Saya bertanya, “Mengapa Tuhan?” dan Ia! menjawab, “Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar.”

Aku bertanya lagi, “Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?” Jawab Tuhan, “Aku akan menjelaskan kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untuk memberikan seseorang
yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar; atau
memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam; atau seseorang yang
mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam; seseorang yang
sensitif, namun engkau sendiri tidak…”

Kemudian Ia berkata kepada saya, “Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu
seseorang yang aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama
ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai
semua itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan
melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu.
Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan
adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak
hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan
kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak
memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu
seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu”. *Perumpamaan anadai Tuhan Berkata kepada Hambanya*

Dan sesungguhnya Tuhan mencipatakn manusia itu berpasangan untuk apa saling mencocokan. Di dunia tidaklah ada antara manusia yang saling cocok, sesungguhnya manusia itu saling mencocokan. Andai ada kusebut salah satu manusia itu bermuka dua, terkenal baik dan selalu berbuat benar.

Original Author by Iar J. Pramono

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 21, 2011 in Puisi Kehidupan

 

Magical Beauty

Shared by Iar J. Pramono

Magical Beauty

Queen of the night
a magical flower laced in
Indian lore painted a
pure white by nature

She appears but once a year
her beauty takes your breath
one glance and your heart soars
captured in her magnificence

The air thick with her perfume
inhaling the redolence
like a drug pulling you in
intoxicating, alluring,addicting

Surrounded by mystery
natures magic trick mystifies
the most brilliant of minds,
her image never forgotten

You must be quick a short
twelve hours and she ghost
from sight for another year
leaving you wanting more.

“A flower that grows in the desert only once a year.

People come from all over to see this wonderful miracle returning year after year for just one look.”

Shared by Iar J. Pramono

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 16, 2011 in Puisi Kehidupan

 

Aku Memejamkan Mata Dan Berdoa

Aku Memejamkan Mata Dan Berdoa

Dan aku berdoa
Kini aku tidak bisa tidur
Dengan apa yang ku tahu bahwa hal-hal yang tidak benar.
Berita di koran, pada acara tv,  dan di mana-mana aku pergi.
Anak-anak menangis, Tentara sedang sekarat

Sekali pun beberapa orang tidak punya rumah
Tapi aku tahu ada sinar matahari di balik hujan itu
Aku tahu di balik rasa sakit itu pasti ada waktu yang indah
Dapatkah kaumenceritakanku bagaimana aku dapat membuat perubahan
Aku menutup mataku danaku bisa melihat hari yang lebih baik
dan aku memejamkan mata dan berdoa

Aku kehilangan nafsu makanku, ketika tahu anak-anak kelaparan di malam ini
Dan ketika aku duduk, mulai aku bertanya apa jawab Nya

Berilah aku kekuatan untuk membuat perbedaan
seketika itu dan mulai hari ini ku mulai kerja kerasku

Membuat perubahan, membuat perbedaan dan membuat suatu visi kebaikan

Karena aku tahu ada sinar matahari di balik hujan itu
Aku tahu di balik rasa sakit itu pasti ada waktu yang indah

adakah yang dapat  memberitahuku bagaimana aku dapat membuat perubahan
Aku menutup mata ku dan aku mungkin bisa melihat hari yang lebih baik
Aku memejamkan mata dan berdoa

Ketika itu barulah kusadar ku patah hati.
dan aku berdoa untuk hidup yang telah dimulai
Aku berdoa untuk semua yang tidak bernapas.
Aku berdoa untuk semua jiwa-jiwa yang membutuhkan.
Aku berdoa dan dapatkah kamu memberi mereka satu hari ini.

Dan hanya aku berdoa……

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 16, 2011 in Puisi Kehidupan